ISO

ISO 9001 adalah Standart Internasional di bidang Sistem Manajemen Mutu. Suatu lembaga/organisasi yang telah mendapatkan akreditasi (pengakuan dari pihak lain yang independen) ISO tersebut, dapat dikatakan telah memenuhi persyaratan internasional dalam hal manajemen penjaminan mutu produk/jasa yang dihasilkannya.

Generic Generic berarti standar yang sama dapat diterapkan pada berbagai organisasi, besar atau pun kecil, apapun product dan layanannya, dalam sembarang actifitas suatu sektor, dan apakah itu adalah perusahaan business, layanan public atau departemen pemerintahan.

Sistem manajemen mengacu pada apa yang organisasi lakukan untuk mengelola proses, atau aktivitas, sehingga produk atau jasa memenuhi tujuan yang telah ditetapkannya sendiri, seperti:

  • Memenuhi persyaratan kualitas pelanggan,
  • Sesuai dengan peraturan, atau
  • tujuan lingkungan.

MATRIKS KESESUAIAN ISO 9001:2008

PERSYARATAN ISO 9001:2008

MANUAL MUTU

PROSEDUR

4. Sistem Manajemen Mutu

4.1. Persyaratan Umum

Semua

4.2. Persyaratan Dokumentasi

4.2.1. Manual Mutu

1.1.

4.2.2. Pengendalian Dokumen

PPE – 5.7.

4.2.3. Pengendalian Catatan Mutu

PPE – 5.8.

5. Tanggung Jawab Manajemen

5.1. Komitmen Manajemen

6.1

5.2. Fokus Pelanggan

6.1

5.3. Kebijakan Mutu

5.1

5.4. Perencanaan

7.1

5.4.1. Sasaran Mutu

5.3

5.5. Tanggung Jawab, Wewenang & Komunikasi

6.3, 6,4, 6.5

5.5.1. Wakil Manajemen

6.4

5.5.2. Komunikasi Internal

6.5

5.6 Tinjauan Manajemen

7.4

PPE – 5.4

6. Manajemen Sumber Daya

6.1. Penyediaan Sumber Daya

6.2

6.2. Sumber Daya Manusia

7.3.8

PIN – 1.4. PPD – 4.8.

6.3. Infrastruktur

6.2

PPD – 4.13. PPD – 4.17.

6.4. Lingkungan Kerja

6.2

PPD – 4.18.

7. Realisasi Produk

7.1. Perencanaan Realisasi Produk

7.2.1, 7.2.2, 7.2.3

PIN – 1.1 s.d. PIN – 3.5

7.2. Proses Yang Berhubungan Dg Pelanggan

7.2.2.4, 7.4.5, 7.4.6

PIN – 2.4.

PPE – 5.5.

PPE – 5.6.

7.3. Disain dan Pengembangan

7.2.1

PIN – 1.3.

7.4. Pembelian

7.3.11, 7.3.16

PIN – 4.11.

PIN – 4.16.

7.5. Operasi Produksi dan Pelayanan

7.5.1. Penyediaan Produksi dan Pelayanan

7.2.2.1, 7.2.2.2, 7.2.2.3

PIN – 2.1.

PIN – 2.2.

PIN – 2.3.

7.5.2. Pengesahan Proses Produksi & Pelayanan

7.2.3

PIN – 3.1.

PIN – 3.2.

PIN – 3.3.

7.5.3. Identifikasi dan Mampu Telusur

7.3.4, 7.3.6, 7.3.7

PPD – 4.4.

PPD – 4.6.

PPD – 4.7.

7.5.4. Barang Milik Pelanggan

7.3.2, 7.3.3, 7.3.5

PPD – 4.2.

PPD – 4.3

PPD – 4.5.

7.5.5. Perlindungan Produk

7.2.3.4, 7.2.3.5

PIN – 3.4.

PIN – 3.5.

7.6. Pengendalian Alat Monitor dan Ukur

N/A

8. Pengukuran, Analisa dan Peningkatan

8.1. Umum

7.4

PPE – 5.1 s/d PPE – 5.8

8.2. Pengawasan dan Pengukuran

8.2.1. Kepuasan Pelanggan

7.4.6

PPE – 5.6.

8.2.2. Audit Internal

7.4.3

PPE – 5.3.

8.2.3. Pengawasan dan Pengukuran Produk

7.2.3.2, 7.2.3.3

PIN – 3.2.

PIN – 3.3.

8.2.4. Pengawasan dan Pengukuran Proses

7.2.3.1

PIN – 3.1.

8.3. Pengendalian Produk Yang Tidak Seusai

7.3.2, 7.3.3, 7.3.5

PPD – 4.2.

PPD – 4.3.

PPD – 4.5.

8.4. Analisa Data

7.4.2

PPE – 5.2

8.5. Peningkatan

8.5.1. Peningkatan Berkelanjutan

7.4.3, 7.4.6

PPE – 5.3, PPE – 5.6

8.5.2. Tindakan Koreksi

7.4.1

PPE – 5.1.

8.5.3. Tindakan Pencegahan

7.4.1

PPE – 5.1.

1. KEBIJAKAN DAN SASARAN MUTU

1.1 Pimpinan Manajemen telah menetapkan suatu Kebijakan Mutu Lembaga yang diketahui dan dimengerti oleh seluruh Personal SMK TELKOM Medan. Kebijakan Mutu tersebut adalah :

“Untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan, kami bertekad menjadi lembaga Pendidikian Kejuruan Teknologi dengan menerapkan secara konsisten persyaratan ISO 9001:2008, Peraturan Perundangan yang berlaku serta melakukan peningkatan secara terus menerus”

1.2 Kebijakan Mutu diatas kami bangun melalui tiga pilar utama yaitu :

Young , Proud, Togetherness (YPT) serta tiga sikap kerja yang kami anut yaitu: Membuat Personil Berhasil, Fokus Kepada Peningkatan Performance dan Membangun Organisasi Yang Multi – Lokal.

1.2.1 Young

Kami generasi-generasi muda bangsa yang akan memberikan bekal kecakapan kepada generasi muda berikutnya untuk meneruskan tongkat estafet dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

1.2.2 Proud

Kebanggaan kami memberi kepuasan kepada pelanggan yang telah memberi kepercayaan untuk mendidik anak – anak bangsa menuju kehidupan yang lebih baik dan maju.

1.2.3 Togetherness

Untuk menciptakan Keunggulan, Profesional dan Produktip, kami akan selalu membangun kebersamaan sebagai tim kerja yang kokoh, solid dan saling mendukung serta terbuka.

1.2.4 Membuat Personil Berhasil

Mengharapkan personil memberikan kinerja yang terbaik, memimpin dengan memberi contoh dan pencapaian hasil yang lebih baik melalui kerjasama.

1.2.5 Fokus Kepada Peningkatan Performance

Performance yang baik adalah hasil dari kegiatan semua personil, menjadikan performance sebagai komitmen sehari-hari dengan menggunakan berbagai sistem dan alat kerja

1.2.6 Membangun Organinsasi Multi-Lokal

Memanfaatkan kekuatan global tanpa mengurangi semangat lokal dengan pengalaman dan pengetahuan yang mudah diakses oleh setiap personil, membuat unit kerja berhasil dengan memanfaatkan sumber daya dari organisasi yang bersifat desentralisasi dan berbagai proses yang jelas dan beberapa peraturan yang harus dihormati dan dipatuhi oleh semua personil.

1.3 Untuk mendukung pelaksanaan Kebijakan Mutu Lembaga Pimpinan Manajemen telah menetapkan target/ sasaran mutu lembaga untuk setiap tahun ajaran sebagai berikut :

1.3.1 Kepuasan Pelanggan

    • Tingkat kepuasan peserta diklat pada setiap Pembelajaran Semester minimal >= 83%.
    • Keluhan peserta diklat setiap semester ditekan maksimal <=17%.

1.3.2 Penerimaan Siswa Baru

    • Setiap tahun ajaran baru ,jumlah siswa yang diterima sesuai dengan daya tampung.
    • Siswa baru yang akan diterima akan ditempatkan berdasarkan placement test.

1.3.3 KBM

    • Setiap tenaga pengajar menghasilkan satu bahan ajar berpendekatan modul sesuai dengan kurikulum yang berlaku setiap tahun minimal >=90%.
    • Setiap tenaga pengajar harus menyusun SAP/RPP setiap awal semester minimal <=86%
    • Bahan pendukung diklat (Bahan ajar, Bahan/alat Praktek, ATK) sudah harus tersedia satu minggu sebelum diklat dimulai.

1.3.4 Tamatan

    • Persentase kelulusan pada akhir tahun ajaran minimal >=95%
    • Persentase kelulusan ujian kompetensi 100%
    • Keterserapan Lulusan ke:
      • Perguruan Tinggi minimal >= 15% pada akhir tahun tamtan
      • Dunia Usaha dan Dunia Industri minimal <=12 % untuk setiap akhir tahun tamatan .

1.3.5 Manajemen

    • Penempatan staf pada jabatan yang sesuai dengan kompetensi dan kriteria terlaksana minimal <=92% pada akhir tahun pelajaran
    • Melanjutkan system Manajemen Mutu dengan ISO 9000:2008.

1.3.6 Pengembangan SDM

    • Peningkatan jumlah tenaga pengajar berkualifikasi S1 100%
    • Staf yang mengikuti diklat pengembangan kompetensi dan profesi pada akhir tahun pelajaran minimal <= 18 %
    • Tingkat kehadiran rata-rata staf perbulan minimal <= 95% hingga akhir tahun pelajaran

1.4 Kebijakan mutu dan sasaran mutu lembaga/bagian disosialisasikan ke seluruh jajaran organisasi melalui berbagai media seperti menempelkan ditempat-tempat strategis, leflet, booklet, dan sebagainya.

2. ORGANISASI

2.1 Komitmen Manajemen

Manajemen sepakat untuk menetapkan, menjalankan dan memelihara Sistem Manajemen Mutu dengan selalu memperhatikan dan memastikan tersedianya dan diketahuinya persyaratan pelanggan serta persyaratan dan aturan-aturan lainnya, dalam tujuannya untuk mencapai kepuasan pelanggan.

2.2 Sumber Daya, Sarana dan Lingkungan Kerja

Manajemen memastikan tersedianya sumber-sumber daya yang diperlukan oleh lembaga meliputi penyediaan bahan dan alat praktek yang sesuai, sumber daya manusia yang terlatih dan kompeten, serta sarana dan lingkungan kerja yang terus-menerus ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya untuk mendukung berjalannya Sistem Manajemen Mutu.

2.2.1 Sarana Kerja

Sarana kerja untuk pelaksanaan kegiatan kerja lembaga telah ditetapkan dan disediakan sesuai dengan kebutuhan dan menjadi tanggung jawab dari masing-masing unit kerja untuk memeliharanya sesuai aturan yang telah ditetapkan.

2.2.2.Lingkungan Kerja

Kebersihan, kesesuaian persyaratan dan keamanan lingkungan merupakan faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan pekerjaan dan menjadi tanggung jawab dari masing-masing unit kerja untuk memeliharanya.

2.3 Tanggung Jawab, Kewenangan dan Struktur Organisasi

Tanggung jawab dan wewenang dari personil yang melaksanakan Sistem Manajemen Mutu dijelaskan dalam Uraian Tugas masing-masing, fungsi yang ada dan didukung dalam dokumentasi yang jelas. Hubungan antar personal dan fungsi yang ada pada SMK TELKOM Medan ditunjukkan dalam suatu Diagram Struktur Organisasi.

2.4 Pengelola Manajemen Mutu

2.4.1 Manajemen Mutu tidak lagi di bawah naungan hal ini keputusan dari manajemen pusat (YAYASAN) namun hanya pengelola mempunyai tugas yang di instruksikan oleh Kepala sekola maupun Waka Kurikulum misal :

      • Memastikan bahwa Sistem Manajemen Mutu dijalankan dan dipelihara sesuai dengan kebijakan dan tujuannya serta sesuai dengan persyaratan Standar Internasional ISO 9001:2008
      • Melaporkan hasil pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu yang diterapkan tersebut kepada Pimpinan Manajemen untuk dilakukan peninjauan dan penyempurnaan.
      • Memasyarakatkan kepedulian atas persyaratan pelanggan kepada seluruh anggota organisasi/ Sekolah.
      • Membina dan melakukan hubungan dengan pihak luar dalam hubungannya dengan Sistem Manajemen Mutu dan Standard ISO 9001:200

2.4.2 Dalam menjalankan tugasnya sehari-hari Pengelola Manajemen Mutu dibantu oleh Sekretaris ISO 9001:2008.

2.5 Komunikasi Internal

Komunikasi antar fungsi yang ada dalam SMK TELKOM Medan telah ditetapkan menjadi suatu bagian dalam Sistem Manajemen Mutu dengan tujuan untuk menjembatani komunikasi antar fungsi dan meningkatkan efektifitas pelaksanaan sistem manajemen mutu. Komunikasi antar unit kerja dilakukan melalui rapat-rapat internal, pengumuman maupun penggunaan memo internal antar unit kerja.