Menyiratkan Budaya Nusantara Lewat Upacara Bendera

  • Administrator
  • 31 Agustus 2020 09:00

"Apasih gunanya upacara bendera sambil panas panasan gini?" pernahkah pertanyaan tadi terbersit di benak kalian saat upacara bendera?

Padahal ada alasan mendasar kenapa upacara bendera setiap hari senin ini dilakukan. Alasannya sederhana yaitu sejarah dan budaya. Sejarah yang leluhur ingin ingatkan pada generasi setelahnya. Sejarah yang telah menciptakan udara kemerdekaan yang menggema. Budaya nusantara yang disiratkan untuk diteruskan dan diletarikan oleh para generasi mudanya. Budaya yang menguatkan persatuan dan kesatuan masyarakat ditengah keberagamannya.

Upacara bendera sendiri adalah bentuk apresiasi dan penghargaan kepada para pahlawan dan pendiri bangsa yang telah berjuang memerdekakan Indonesia juga bentuk penghormatan terhadap simbol simbol negara seperti bendera, pancasila, pembukaan UUD maupun lagu lagu nasional. Perlu diingat juga bahwa leluhur kitamerebut dan mempertahankan kemerdekaan dengan sulitnya, mereka bahkan mengorbankan semua yang mereka miliki sekalipun itu nyawa mereka hanya untuk merdeka. Lalu apa susahnya berbaris dan mengikuti upacara yang durasinya hanya 30-50 menit saja? Kita hanya disuruh mengingat sejarah bangsa sendiri juga leluhur yang rela mati agar generasi setelah mereka bisa merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya. Toh kita tidak disuruh mengusir penjajah dan mengorbankan nyawa kita kan?

Tak hanya tentang sejarah, budaya pun ikut ambil bagian dalam pelaksanaan upacara. Salah satunya adalah budaya gotong royong dan toleransi masyarakat nusantara. Budaya gotong royong dapat dilihat saat para siswa yang bahu membahu menjadi petugas upacara. Itu jugalah yang dicerminkan saat upacara pengibaran bendera pertama kalinya saat proklamasi kemerdekaan Indonesia yang diperingati setiap tahun sebagai HUT Indonesia. Semua pemuda saat itu bahu membahu dan berlomba lomba untuk berpartisipasi agar terselenggaranya proklamasi Kemerdekaan RI.

Toleransi juga kental dengan pelaksanaan upacara bendera. Sebelum upacara bendera pertama kali dilaksanakan, masyarakat bersatu dalam keberagaman untuk bersama sama mengusir penjajah. Sampai bendera merah putih dikibarkan di langit Indonesia, semua bergandengan tangan dengan bahagia tanpa memandang warna kulit, suku, agama ataupun asal golongan. Sungguh pemandangan yang tentram ditengah keberagaman.

Tapi dewasa ini, budaya budaya itu semakin terkikis dan tersingkir dari kehidupan masyarakat itu sendiri terutama pada generasi muda. Generasi muda sekarang bersifat bodo amat terhadap kejadian yang terjadi di sekitar mereka. Mereka malah menganut budaya yang jauh berbeda dengan budaya gotong royong yang diajarkan para leluhur. Para generasi muda mengganggap tak perlunya gotong royong karena mereka bisa melakukan semua sendiri. Tapi bagaimana bisa? jika mereka mati apakah mereka bisa mengurus pemakaman mereka sendiri? Tentu tidak, mereka perlu orang lain untuk membantu. Lalu mengapa banyak generasi sekarang berjalan dengan sombong, egois dan apatis?

Nilai toleransi dan saling menghargainya pun semakin tipis termakan jaman. Akibatnya masyarakat lebih mudah dimasuki dan dihasut oleh ajaran kebencian dan berita bohong yang memecah belah. Lihatlah kaum satu yang saling tuduh dengan kaum satunya lagi, saling melempar sindiran dan fitnahan yang tak jarang berujung bentrokan. Contoh sederhananya para siswa yang sering tawuran hanya karena beda kandang dan sudut pandang. Miris bukan? Bhineka Tunggal Ika hanya simbol tanpa makna bagi mereka.

Bukankah kita mestinya menganggap perbedaan sebagai sebuah keindahan? Seperti pelangi yang berbeda tiap warnanya tapi selalu melukiskan kebahagian di setiap bagiannya. Atau gado gado yang makin enak karena adanya perpaduan aneka sayur mayur yang berbeda. Ingat bung!! memecah belah persatuan yang susah payah disatukan oleh pejuang adalah suatu kebodohan.

Hiduplah dengan saling menghargai dan penuh toleransi karena tak mungkin ekosistem hanya dihuni satu jenis makhluk. Belajarlah berkongsi dengan manusia lain karena bukan kamu satu satunya makhluk ciptaan tuhan di bumi ini.

Perlunya penanaman kuat akan budaya dan nilai nusantara sejak dini coba diterapkan dengan dilaksanakannya upacara bendera. Harapannya generasi muda mampu memupuk rasa cintanya akan budaya dan nilai nusantara. Tapi akan percuma dan sia sia jika upacara bendera tak diilhami maknanya, hanya dianggap serangkaian kegiatan wajib tiap hari senin dan hari besar saja.

Semoga kedepannya generasi muda bisa mengamalkan budaya yang coba disiratkan oleh upacara bendera. Juga menjadi generasi muda yang berbudaya dan berbudi pekerti luhur.Lebih lagi, sebagai siswa janganlah kita mengeluh karena teriknya panas saat upacara, kita harusnya bersyukur dengan udara kemerdekaan yang kita rasakan. Ayo kita semua beri apresiasi kita kepada para pahlawan dan pendiri bangsa ini dari hal sekecil upacara bendera!!

Bayangkan apa jadinya masa depan jika diserahkan kepada para anak muda yang tak paham sejarah dan budaya?

*Tulisan Karya Indi